ANALISIS KEKERASAN BAJA ASSAB 705 YANG DIBERI PERLAKUAN PANAS HARDENING DAN MEDIA PENDINGIN

  • Budi Syahri
  • Zonny Amanda Putra
  • Nofri Helmi

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh media pendingin oli, air dan larutan garam dengan perlakuan panas hardening terhadap kekerasan baja assab 705. Baja assab 705 merupakan baja karbon sedang yang mengandung karbon sebesar 0,38%-0,43%C dan dengan kandungan karbonnya memungkinkan baja untuk dikeraskan dengan proses perlakuan panas.


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Objek penelitian berupa spesimen uji yang berjumlah 12 buah dan didinginkan dengan media pendingin yang berbeda yaitu oli, air dan larutan garam. Spesimen uji akan dikelompokan menjadi 4 kelompok dengan jenis media pendingin yang berbeda-beda, maka setiap kelompok menggunakan tiga buah spesimen. Kelompok I dengan 3 buah spesimen uji yang tidak diberikan perlakuan panas dan akan digunakan sebagai kontrol, kelompok II dengan 3 buah spesimen yang akan di quenching dengan media pendingin oli, kelompok III dengan 3 buah spesimen yang akan di quenching dengan media pendingin air dan kelompok IV dengan 3 buah spesimen yang akan di quenching media pendingin larutan garam.


Hasil pengujian kekerasan dengan metode brinell menunjukan bahwa terjadinya peningkatan kekerasan pada spesimen yang di quenching dengan media pendingin oli sekitar 15,62%, pada spesimen yang di quenching dengan media air kekerasannya meningkat  sekitar 17,28%, pada spesimen yang di quenching dengan media pendingin larutan garam kekerasannya meningkat sekitar 20,30%. Quenching dengan media oli, air dan larutan garam ternyata dapat mempengaruhi terjadinya peningkatan kekerasan, dengan telah dilakukannya penelitian dan analisis persentase peningkatan kekerasan maka dapt diketahui media pendingin yang memberikan peningkatan kekerasan yang paling tinggi yaitu quenching dengan media pendingin larutan garam, yang memberikan peningkatan kekerasan sekitar 20,30% dengan BHN analisa mencapai 597,13 bila dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan (kontrol) yang hanya memiliki kekerasan 327,21 dengan BHN analisa 341,21.


 


Kata kunci: Media Pendingin, Hardening, Kekerasan Dan Baja Assab 705.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Ach. Muhib Zainuri. (2008). Kekuatan Bahan. Yogyakarta: Penerbit Andi
[2] Bondan T. Sofyan. (2010). Pengantar Material Teknik. Jakarta: Salemba Teknika
[3] George Krauss. (1989). Steels: Heat Treatment and Processing Principles, ASM International. United States Of America.
[4] Hari Amanto dan Daryanto. (1999). Ilmu Bahan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
[5] Harsono Wiryosumarto. (2008). Teknologi Pengelasan Logam. Jakaarta: Paradnya Paramita
[6] Khurmi. R.S. and Gupta.J.K. (2005). A Text Book Machine Design. S.I Unit. New Delhi: Eurashia Publishing House (PVT.) LTD.
[7] Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[8] Tata Surdia dan Shinroku Saito.(1999). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Prantya Paramita.
[9] Tim Jurnal INVOTEK. 2016. Jurnal Inovasi dan Teknologi Terapan. Padang: FT-UNP
[10] Wahyudin K dan Wahjoe Hidayat. (1978). Pengetahuan Logam 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Published
2017-04-10
How to Cite
SYAHRI, Budi; PUTRA, Zonny Amanda; HELMI, Nofri. ANALISIS KEKERASAN BAJA ASSAB 705 YANG DIBERI PERLAKUAN PANAS HARDENING DAN MEDIA PENDINGIN. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, [S.l.], v. 17, n. 1, p. 17-26, apr. 2017. ISSN 2549-9815. Available at: <http://invotek.ppj.unp.ac.id/index.php/invotek/article/view/20>. Date accessed: 24 june 2017.