Main Article Content

Abstract

Abstract— Disease is an uncertainty or something that is uncertain when it comes, therefore public health services Non-Communicable Diseases (PTMs need to be prevented. This study presents descriptive PTMs examined in the Bukit Gado-Gado Gunung Padang area. Research aimed at 1) presents PTM risk factors public health who will exercise early in the morning at Bukit Gado-Gado. 2) to measure the risk factors experienced by the community in PTM 3) Providing public health counseling The research procedure was carried out by looking at a picture of community health risk factors, analyzing the achievement of healthy families from several sources and providing solutions to the community by using digital equipment regularly .. The results show the highest risk factor for hypertension is 60%. Counseling to the community to always carry out health checks, get rid of cigarette smoke, diligent physical activity, balanced diet, adequate rest and control of stress. Analysis shows that the family approach can prevent risk factors for Non-Communicable Diseas(NCD), because it is closest to the community. Therefore, it can be concluded that the family approach model wherever located can prevent risk factors for NCD..


Key word : Non-Communicable Diseases, Counseling, Family Approach

Article Details

How to Cite
Siswati, S. (2020). Identifikasi Penderita Hipertensi untuk Melakukan Pengobatan secara Teratur Melalui Konseling. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 20(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24036/invotek.v20i2.700

References

  1. 1. Levy AD. Tinjauan Yuridis Perlindungan Pasien dalam Pelayanan Kesehatan yang Menggunakan Alat Kesehatan di Rumah Sakit. Lampung: Universitas Lampung; 2015.
  2. 2. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2017.
  3. 3. Said T. Infodatin Kesehatan Keluarga Nasional. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2018.
  4. 4. Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta: Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia; 2016.
  5. 5. WHO. Hypertension 2018.
  6. 6. Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada Penyakit Hipertensi. In: Indonesia PDSK, editor. 2015.
  7. 7. Infodatin Hipertensi. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.
  8. 8. Riskesdas. 2018.
  9. 9. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. 2017.
  10. 10. Laporan Tahunan Puskesmas Paninjawan. Paninjawan: Puskesmas Paninjawan; 2018.
  11. 11. Trihono A. Manajemen Puskesmas. Jakarta: CV Agung Seto; 2005.
  12. 12. Syafruddin H. Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC; 2009.
  13. 13. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekata Keluarga. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2017.
  14. 14. Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Jakarta: Sekretariat Kementrian Kesehatan RI; 2017.
  15. 15. Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Kelurga. Paninjawan: Puskesmas Paninjawan; 2019.
  16. 16. Chayatin N. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika; 2009.
  17. 17. Adib M. Cara Mudah Memahami dan Menghindari Hipertensi Jantung dan Stroke. Yogyakarta: Dianloka Pustaka Populer; 2009.
  18. 18. Kowalski RE. Terapi Hipertensi. Makasar: PT Mizan Pustaka.; 2010.
  19. 19. Kompas.com https://www.kompasiana.com/ajengp/5b0a9413dd0fa81f106e9a12/patient- reminder-solusi-untuk-meningkatkan-efisiensi-layanan-kesehatan)
  20. 20. Feranita Utama.2017 Gambaran Penyakit Tidak Menular di Universitas Sriwijaya : https://doi.org/10.23917/jurnal%20kesehatan.v11i2.7593, diakses tanggal 19 Desember 2019.
  21. 21. Cindy Cahya Adhania , 2017 JSK Journal FDOK, Prevalensi Penyakit Tidak Menular pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Bandung Tahun 2013-2015, Volume 3 Nomor , Juni 2018,,