Main Article Content

Abstract

CNG merupakan bahan bakar gas yang potensial untuk internal combustion engine karena lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pengaruh pengaturan waktu injeksi dan durasi injeksi CNG terhadap brake mean effective pressure dan thermal efficiency pada mesin diesel dual fuel berbahan bakar solar dan CNG. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menginjeksikan CNG ke intake manifold yang dikontrol ECU. Metode yang digunakan untuk mengetahui nilai pengaturan optimum adalah dengan mapping waktu injeksi dan durasi injeksi CNG melalui software Vemstune pada komputer. Waktu injeksi diatur pada 35°, 40° dan 45° ATDC dan durasi injeksi sebesar 25, 23 dan 21 ms. Pengujian dilakukan dengan putaran mesin konstan 1500 rpm dan pembebanan dari 500 sampai 4000 watt dengan interval 500 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan brake mean effective pressure antara single fuel dan dual fuel relatif kecil karena perubahan arus dan tegangan yang dihasilkan genertor juga kecil. Sedangkan thermal efficiency optimal terdapat pada pengaturan waktu injeksi 35o ATDC dan durasi injeksi 25 ms, yaitu terjadi penurunan thermal efficiency rata-rata sebanyak 31,51% daripada single fuel.

Keywords

diesel dual fuel waktu injeksi durasi injeksi brake mean effective pressure thermal efficiency

Article Details

How to Cite
Arif, A., Hidayat, N., & Setiawan, M. (2017). PENGARUH PENGATURAN WAKTU INJEKSI DAN DURASI INJEKSI TERHADAP BRAKE MEAN EFFECTIVE PRESSURE DAN THERMAL EFFICIENCY PADA MESIN DIESEL DUAL FUEL. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 17(2), 67-74. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/invotek.v17i2.73

References

  1. [1] Lounici, M. Said. Loubar, Khaled. Tarabet, Lyes. Balistrou, Mourad. Niculescu, D. Catalin. and Tazerout, Mohand. (2014). Towards Improvement of Natural Gas-Diesel Dual Fuel Mode: An Experimental Investigation on Performance and Exhaust Emissions, Energi, 64, 200-211.
  2. [2] Korakiantis, T. Namasivayam, A.M & Crookies, R.J. (2011). Natural-Gas Fueled Spark-Ignition (SI) and Compression-Ignition (CI) Engine Performance and Emissions, Progress in Energy and Combustion Science, 37, 89-112.
  3. [3] Tamam, Zuhri. (2015). Karakterisasi Unjuk Kerja Mesin Diesel Generator Set Sistem Dual Fuel Solar dan Syngas Batubara, Tesis Magister, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
  4. [4] Warsita, Aris. (2012), Pengaruh Injection Timing dan Prosentase Campuran Minyak Diesel dengan Bahan Bakar Biodiesel terhadap Karateristik Mesin dan Emisi Gas Buang, TRAKSI, 12, 1-15.
  5. [5] Aminuddin, Achmad. (2014). Uji Performa Mesin Sinjai Berbahan Bakar Bi-Fuel (Premium-Compressed Natural Gas) dengan Pengaturan Durasi Injeksi dan Air Fuel Ratio, Tesis Magister, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
  6. [6] Kawano, D. Sungkono. (2014), Motor Bakar Torak (Diesel), Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS, Surabaya.
  7. [7] Semin and Bakar, A.R. (2008), “A Technical Review of Compressed Natural Gas as an Alternative Fuel for Internal Combustion Engines”. American J. of Engineering and Applied Sciences 1, hal.302-311.
  8. [8] Bedoya, I. D., Arrieta, A.A. and Cadavid, F.J. (2009), “Effects of mixing system and pilot fuel quality on dieselebiogas dual fuel engine performance”, Bioresour Technol, Vol.100, hal.6624-6629.
  9. [9] Tippawong, N.A., Promwungkwa, P. and Rerkkriangkrai (2006), Long-term Operation of A Small Biogas/Diesel Dual Fuel Engine for On-farm Electricity Generation, Chiang Mai University, Thailand.